Langsung ke konten utama

Postingan

Tak Berjudul

Kau tau siapa aku bagi keluargaku. Bagaimana mereka akan bercerita padaku tentang apa saja. Dari segenap permasalahan yang ada, hampir tak ada yang terlewat untuk diungkapkan padaku. Sedangkan untuk menceritakan masalah ku pada mereka aku tak pernah berdaya. Karena bagiku masalah ku tak seberapa. Dan masalah mereka adalah masalah ku. Lalu, aku akan menyimpan semuanya sendiri. Hingga semuanya memuncak. Dan aku akan menangis sejadi-jadinya. Itu sebelum aku mengenalmu. Lalu kemudian aku merasa memiliki penyemangat. Orang pertama yang akan kucari saat aku menemui masalah. Seseorang yang membebaskan ku untuk mengungkapkan apa saja. Bercerita apa saja. Seseorang yang bisa menghibur dan menenangkan ku bahkan disaat aku tidak mengerti dengan diriku sendiri. Namun apa jadinya ketika aku menyadari bahwa yang telah ku anggap begitu penting bagiku ternyata hanyalah khayalan belaka. Seseorang yang ternyata tidak benar-benar ada dihidupku. Seseorang yang ingin untuk terus aku genggam erat nam...

Kehidupan Baru di Bulan ke-3

Matahari menyapa tiap pagi lewat celah-celah pepohonan yang terlihat dari balik jendela. Udara pagi berhembus menerobos masuk dengan kesegarannya. Burung-burung berkicauan riang diluar sana. Dan seseorang yang tengah menuliskan bait ini adalah orang yang menikmati keindahannya tiap pagi dari dalam kamarnya. *** Inilah 3 bulanku hidup dikehidupan baruku, ditempat yang baru. Suasana yang baru ini benar-benar berbeda. Kau bisa melihatnya sendiri. Merasakannya lewat bait demi bait kata yang kutulis sebagai bait-bait pembuka. Segala puji bagi Allah.. Allah berikan saya tempat berteduh yang nyaman. Tempat tinggal keduaku. Tempat sementara yang bisa saya singgahi untuk beberapa waktu. Meski saya tidak tau berapa lama saya dapat menempati kamar ini. Tapi saya merasa ini sebagai salah satu hadiah yang Allah beri untuk saya. Tidak mungkin seseorang hidup di tempat baru tanpa bertemu dengan orang yang baru. Dan.. di tempat tinggalku ini saya menemui orang-orang baru. Disinil...

Hikmah Pada Hari Ke-tiga

Sudah tiga hari ini sebagian besar waktu yang saya miliki hanya dihabiskan dikamar ini. Kali ini saya memandangi langit-langit kamar dengan seksama. Sambil menerka-nerka apa sebenarnya ibroh yang dapat saya ambil dari hal ini. Kenapa saya harus menikmati waktu yang sangat membosankan dengan kepala yang begitu pening dan suhu badan yang naik turun selama tiga hari berturut-turut. Sedangkan banyak hal yang seharusnya akan saya kerjakan dan ada beberapa agenda yang sudah direncanakan dengan sedemikian rupa terpaksa harus dibatalkan. Saya masih terus mencoba berfikir dengan tetap memandangi langit-langit kamar yang didominasi warna biru laut itu. "Tidak lama lagi langit-langit kamarku akan berubah warna" Sesaat kemudian mata saya mencoba untuk menyapu seluruh bagian kamar dengan seksama. Dan mata ini tertuju pada satu bagian dinding yang penuh dengan kata-kata motivasi dan penyemangat. "Ah tulisan-tulisan itu juga sebentar lagi tak akan kulihat di kamar tidurku. Mun...

Dia Ajaib

Dia ada untuk saya sebelum saya bertanya adakah yang bisa membuat saya riang dibumi ketika saya tengah gundah. Dia tau rasa sakit sebelum saya merasakannya. Bahkan dia tau keadaan saya sebelum saya menyadari bagaimana keadaan saya saat itu. Dia ajaib! Ajaib bisa seketika membuatku nyaman kala sedang gelisah. Bisa merubah cemasku menjadi tenang. Bisa merubah sedihku menjadi riang. Dan Membuat senyapku menjadi riuh. Manusia ajaib yang hadir di bumi ini. Bukan. Bukan untuk saya.. Tapi untuk semua orang. Semua orang yang membutuhkan kehadirannya Namun, saya tetap bahagia. Terimakasih *Terinspirasi dari novel "dilan, dia adalah dilanku"

Kala Ujian Kembali Menyapa

Kau ingat bagaimana sebelumnya pernah kuceritakan bahwa saya pernah melangitkan impian namun takdir berkata lain? Ketika pada akhirnya saya memutuskan untuk menetap dan tak jauh dari orang-orang yang berarti dihidup saya agar bisa lebih berbakti dan dapat terus mendampingi setiap langkah orang-orang yang saya cintai. Belajar untuk terus ikhlas menerima ketentuan-Nya hingga pada akhirnya menikmati dan mensyukuri atas apa yang telah Tuhan berikan. Waktu demi waktu bergulir dengan berbagai macam rintangan yang masih dapat terselesaikan dengan mudah. Hingga waktu itu tiba. Saat dimana saya merasa ujian ini adalah yang terberat dan tak pernah terlintas sedikitpun dalam benak. Saat dimana saya menyadari ada banyak hal yang akan berubah setelah ini. Dimana banyak yang harus dikorbankan. Dimana saya akan menjadi sumber kekuatan untuk orang-orang yang sangat saya cintai, bahkan disaat diri ini merasa begitu rapuh. Detik-detik itu terus berjalan. Entah itu berjalan dengan ce...

Memaknai Rasa Syukur

Bagaimana memaknai rasa syukur? Bagaimana caranya untuk tidak menginginkan apa yang orang lain miliki? Bagaimana kita merasa cukup atas apa yang telah kita terima tanpa melihat apa yang orang lain punya? Menurutku jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaan itu adalah dengan bersyukur. Bersyukur itu mudah (diucapkan) tapi dalam proses peng-aplikasian-nya sungguh tidak semudah itu bukan? Sebenarnya kita hanya tidak perlu terlalu sering melihat apa yang orang lain punya, apa yang bisa orang lain dapatkan,  dan kebahagiaan yang terlihat dari diri orang lain. Intinya stop membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Fokus saja pada diri sendiri, fokus dengan target dan pencapaian yang ingin kita raih  dengan tidak mencontek milik orang lain. Kita seringkali terlena oleh pencapaian orang lain hingga kita menjadi sibuk bagaimana bisa menjadi seperti dia atau bisa lebih dari dia. Sedangkan setiap orang tentu diberikan kelebihan dan kekurangannya masing-masing dan bis...

Suka di dalam Duka

My Fams (dad, me, grandma, mom, sister, nephew, and brother)  Didalam foto ini, apa yang kau lihat dan apa yang ada dibenakmu sekarang? Apakah... Keluarga? Liburan? Kebersamaan? Kebahagiaan? Ataukah berbagai hal yang ‘mungkin’ kau akan menganggapnya sebagai sesuatu yang ceria? Hmmm.. Iya. Kuakui itu memang benar. Tapi tidak sepenuhnya begitu. Lantas kenapa? ... Ada begitu banyak haru biru yang dapat saya maknai dari kebersamaan ini. Dan saya yakin, tidak ada yang dapat benar-benar mengerti apa yang sedang saya rasakan saat itu. Saya merasakan semua skenario-Nya begitu luar biasa hebat. Bagaimana ketika saya merasakan bahwa ini adalah ujian terberat yang harus saya hadapi dan disaat yang sama saya merasakan bahwa Allah kasih kebahagiaan berlipat-lipat kepada saya karena dihadirkan orang-orang yang sangat saya cintai dan juga mencintai saya. Allah kembali sadarkan saya bahwa saya telah dilahirkan dan dibesarkan oleh orangtua yang tangguhnya luar bia...