Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Hikmah Pada Hari Ke-tiga

Sudah tiga hari ini sebagian besar waktu yang saya miliki hanya dihabiskan dikamar ini. Kali ini saya memandangi langit-langit kamar dengan seksama. Sambil menerka-nerka apa sebenarnya ibroh yang dapat saya ambil dari hal ini. Kenapa saya harus menikmati waktu yang sangat membosankan dengan kepala yang begitu pening dan suhu badan yang naik turun selama tiga hari berturut-turut. Sedangkan banyak hal yang seharusnya akan saya kerjakan dan ada beberapa agenda yang sudah direncanakan dengan sedemikian rupa terpaksa harus dibatalkan. Saya masih terus mencoba berfikir dengan tetap memandangi langit-langit kamar yang didominasi warna biru laut itu. "Tidak lama lagi langit-langit kamarku akan berubah warna" Sesaat kemudian mata saya mencoba untuk menyapu seluruh bagian kamar dengan seksama. Dan mata ini tertuju pada satu bagian dinding yang penuh dengan kata-kata motivasi dan penyemangat. "Ah tulisan-tulisan itu juga sebentar lagi tak akan kulihat di kamar tidurku. Mun...

Dia Ajaib

Dia ada untuk saya sebelum saya bertanya adakah yang bisa membuat saya riang dibumi ketika saya tengah gundah. Dia tau rasa sakit sebelum saya merasakannya. Bahkan dia tau keadaan saya sebelum saya menyadari bagaimana keadaan saya saat itu. Dia ajaib! Ajaib bisa seketika membuatku nyaman kala sedang gelisah. Bisa merubah cemasku menjadi tenang. Bisa merubah sedihku menjadi riang. Dan Membuat senyapku menjadi riuh. Manusia ajaib yang hadir di bumi ini. Bukan. Bukan untuk saya.. Tapi untuk semua orang. Semua orang yang membutuhkan kehadirannya Namun, saya tetap bahagia. Terimakasih *Terinspirasi dari novel "dilan, dia adalah dilanku"

Kala Ujian Kembali Menyapa

Kau ingat bagaimana sebelumnya pernah kuceritakan bahwa saya pernah melangitkan impian namun takdir berkata lain? Ketika pada akhirnya saya memutuskan untuk menetap dan tak jauh dari orang-orang yang berarti dihidup saya agar bisa lebih berbakti dan dapat terus mendampingi setiap langkah orang-orang yang saya cintai. Belajar untuk terus ikhlas menerima ketentuan-Nya hingga pada akhirnya menikmati dan mensyukuri atas apa yang telah Tuhan berikan. Waktu demi waktu bergulir dengan berbagai macam rintangan yang masih dapat terselesaikan dengan mudah. Hingga waktu itu tiba. Saat dimana saya merasa ujian ini adalah yang terberat dan tak pernah terlintas sedikitpun dalam benak. Saat dimana saya menyadari ada banyak hal yang akan berubah setelah ini. Dimana banyak yang harus dikorbankan. Dimana saya akan menjadi sumber kekuatan untuk orang-orang yang sangat saya cintai, bahkan disaat diri ini merasa begitu rapuh. Detik-detik itu terus berjalan. Entah itu berjalan dengan ce...