Kau tau siapa aku bagi keluargaku. Bagaimana mereka akan bercerita padaku tentang apa saja. Dari segenap permasalahan yang ada, hampir tak ada yang terlewat untuk diungkapkan padaku.
Sedangkan untuk menceritakan masalah ku pada mereka aku tak pernah berdaya. Karena bagiku masalah ku tak seberapa. Dan masalah mereka adalah masalah ku. Lalu, aku akan menyimpan semuanya sendiri. Hingga semuanya memuncak. Dan aku akan menangis sejadi-jadinya.
Itu sebelum aku mengenalmu.
Lalu kemudian aku merasa memiliki penyemangat. Orang pertama yang akan kucari saat aku menemui masalah. Seseorang yang membebaskan ku untuk mengungkapkan apa saja. Bercerita apa saja. Seseorang yang bisa menghibur dan menenangkan ku bahkan disaat aku tidak mengerti dengan diriku sendiri.
Namun apa jadinya ketika aku menyadari bahwa yang telah ku anggap begitu penting bagiku ternyata hanyalah khayalan belaka.
Seseorang yang ternyata tidak benar-benar ada dihidupku. Seseorang yang ingin untuk terus aku genggam erat namun ternyata hanya berupa angin yang tak kasat mata.
Saat aku mulai sadar bahwa angin itu kian detik semakin berhembus menjauh, aku kembali meneteskan air mata. Kemudian aku akan kembali menyimpan semuanya dengan rapi, hingga mungkin akan kembali menangis sejadi-jadinya saat kamu benar-benar pergi.
Catatan angin,
29 April 2018
Sedangkan untuk menceritakan masalah ku pada mereka aku tak pernah berdaya. Karena bagiku masalah ku tak seberapa. Dan masalah mereka adalah masalah ku. Lalu, aku akan menyimpan semuanya sendiri. Hingga semuanya memuncak. Dan aku akan menangis sejadi-jadinya.
Itu sebelum aku mengenalmu.
Lalu kemudian aku merasa memiliki penyemangat. Orang pertama yang akan kucari saat aku menemui masalah. Seseorang yang membebaskan ku untuk mengungkapkan apa saja. Bercerita apa saja. Seseorang yang bisa menghibur dan menenangkan ku bahkan disaat aku tidak mengerti dengan diriku sendiri.
Namun apa jadinya ketika aku menyadari bahwa yang telah ku anggap begitu penting bagiku ternyata hanyalah khayalan belaka.
Seseorang yang ternyata tidak benar-benar ada dihidupku. Seseorang yang ingin untuk terus aku genggam erat namun ternyata hanya berupa angin yang tak kasat mata.
Saat aku mulai sadar bahwa angin itu kian detik semakin berhembus menjauh, aku kembali meneteskan air mata. Kemudian aku akan kembali menyimpan semuanya dengan rapi, hingga mungkin akan kembali menangis sejadi-jadinya saat kamu benar-benar pergi.
Catatan angin,
29 April 2018
Komentar
Posting Komentar