Setiap orang harus berusaha untuk menjemput takdirnya dengan jalan dan rutenya masing-masing yang telah disiapkan oleh Sang Sutradara Kehidupan.
Ada yang rutenya sekali jalan langsung sampai pada tujuan. Ada yang harus transit terlebih dahulu kemudian baru melanjutkan perjalanan untuk sampai pada tujuan. Ada pula yang masih mencari-cari rute yang tepat untuk dapat sampai pada tujuan. Dan semua orang berharap untuk dapat segera menemukan takdir terbaiknya.
Sementara semesta tak selalu mengiyakan dengan apa yang kita inginkan. Berbagai rencana yang telah kita susun, harapan-harapan yang telah kita bangun, hingga semua mimpi-mimpi yang seolah mengangkasa dengan indahnya. Tiba-tiba harus kita ikhlaskan begitu saja. Atau sadisnya harus kita kubur dalam-dalam agar tak lagi menghantui dan menyiksa hati.
Belajar mengikhlaskan memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Karena nyatanya saya pernah berada dalam posisi itu. Tepatnya satu tahun yang lalu. Ketika saya begitu ingin melanjutkan pendidikan dikota yang telah lama saya impikan. Namun, rupanya takdir tak mengarahkanku untuk dapat mewujudkannya. Bahkan hanya untuk mencoba dan mengukur kemampuanku saja saya tak mendapat kesempatan itu.
Ya mungkin bukan disanalah takdir terbaikku. Mencoba untuk terus berhusnudzan ditengah kegamangan memang tidak mudah. Tapi bukan berarti hidup akan selesai hanya karena takdir tidak sesuai dengan keinginan kita bukan?
Tidak mudah untuk menentukan pilihan dan menantapkan hati ketika Allah telah tunjukkan jalan untuk menjemput takdir tersebut. Disaat yang sama, tidak sedikit yang membuat ragu dalam mengambil keputusan. Ada yang justru menjatuhkan dan memberi stigma negatif yang bikin mental makin down.
Namun, tak sedikit pula yang menasehati, memberi semangat, dan membuat diri ini yakin dalam mengambil keputusan. Dan sekali lagi. Itu semua memang tidaklah mudah.
Tidak terasa satu tahun telah berlalu. Saya masih ingat betul bagaimana saya menjemput takdir terbaik saya menurutNya. Takdir yang tak mungkin salah.
Sekarang saya sangat bersyukur berada disini. Bersyukur dengan apa-apa yang telah saya dapatkan. Pelajaran-pelajaran hidup, pengalaman-pengalaman yang mungkin tak akan saya dapatkan jika saya tidak disini. Dan terus menambah persentase keikhlasan hingga tak lagi terucap kata tersebut, kemudian menggantinya menjadi ungkapan-ungkapan syukur yang tak terhitung.
***
Dan untuk yang sekarang ini masih terus berusaha menjemput takdir terbaik, tetaplah bersemangat dan berhusnudzan terhadap takdir yang telah direncanakan Allah untukmu. Semoga Allah segera memberi petunjuk dan memantapkan hatimu dalam menentukan pilihan.
Hilangkan komentar-komentar negatif orang-orang yang dapat menyakiti hatimu. Kau hanya perlu percaya pada dirimu dan pada ketetapanNya.
Apapun itu pastilah yang terbaik. Terbaik menurutNya bukan menurut hambaNya.
Kemudian ketika kau telah menentukan pilihan itu belajarlah untuk legowo terhadap takdir terbaikmu agar kau dapat mengambil setiap inci kejadian, pelajaran, maupun pengalaman-pengalaman yang hadir dikehidupan dengan sebaik-baiknya.
Kamar senyap,
00.43

Kebanyakan orang lebih jaga imagenya daripada legowo, padahal kedua-duanya nggak ada hubungan apapun dengannya, aneh kan?
BalasHapus