Langsung ke konten utama

Menjemput Takdir Terbaik


Setiap orang harus berusaha untuk menjemput takdirnya dengan jalan dan rutenya masing-masing yang telah disiapkan oleh Sang Sutradara Kehidupan.

Ada yang rutenya sekali jalan langsung sampai pada tujuan. Ada yang harus transit terlebih dahulu kemudian baru melanjutkan perjalanan untuk sampai pada tujuan. Ada pula yang masih mencari-cari rute yang tepat untuk dapat sampai pada tujuan. Dan semua orang berharap untuk dapat segera menemukan takdir terbaiknya.

Sementara semesta tak selalu mengiyakan dengan apa yang kita inginkan. Berbagai rencana yang telah kita susun, harapan-harapan yang telah kita bangun, hingga semua mimpi-mimpi yang seolah mengangkasa dengan indahnya. Tiba-tiba harus kita ikhlaskan begitu saja. Atau sadisnya harus kita kubur dalam-dalam agar tak lagi menghantui dan menyiksa hati.

Belajar mengikhlaskan memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Karena nyatanya saya pernah berada dalam posisi itu. Tepatnya satu tahun yang lalu. Ketika saya begitu ingin melanjutkan pendidikan dikota yang telah lama saya impikan. Namun, rupanya takdir tak mengarahkanku untuk dapat mewujudkannya. Bahkan hanya untuk mencoba dan mengukur kemampuanku saja saya tak mendapat kesempatan itu.

Ya mungkin bukan disanalah takdir terbaikku. Mencoba untuk terus berhusnudzan ditengah kegamangan memang tidak mudah. Tapi bukan berarti hidup akan selesai hanya karena takdir tidak sesuai dengan keinginan kita bukan?

Tidak mudah untuk menentukan pilihan dan menantapkan hati ketika Allah telah tunjukkan jalan untuk menjemput takdir tersebut. Disaat yang sama, tidak sedikit yang membuat ragu dalam mengambil keputusan. Ada yang justru menjatuhkan dan memberi stigma negatif yang bikin mental makin down.

Namun, tak sedikit pula yang menasehati, memberi semangat, dan membuat diri ini yakin dalam mengambil keputusan. Dan sekali lagi. Itu semua memang tidaklah mudah.

Tidak terasa satu tahun telah berlalu. Saya masih ingat betul bagaimana saya menjemput takdir terbaik saya menurutNya. Takdir yang tak mungkin salah.

Sekarang saya sangat bersyukur berada disini. Bersyukur dengan apa-apa yang telah saya dapatkan. Pelajaran-pelajaran hidup, pengalaman-pengalaman yang mungkin tak akan saya dapatkan jika saya tidak disini. Dan terus menambah persentase keikhlasan hingga tak lagi terucap kata tersebut, kemudian menggantinya menjadi ungkapan-ungkapan syukur yang tak terhitung.

***

Dan untuk yang sekarang ini masih terus berusaha menjemput takdir terbaik, tetaplah bersemangat dan berhusnudzan terhadap takdir yang telah direncanakan Allah untukmu. Semoga Allah segera memberi petunjuk dan memantapkan hatimu dalam menentukan pilihan.

Hilangkan komentar-komentar negatif orang-orang yang dapat menyakiti hatimu. Kau hanya perlu percaya pada dirimu dan pada ketetapanNya.

Apapun itu pastilah yang terbaik. Terbaik menurutNya bukan menurut hambaNya.

Kemudian ketika kau telah menentukan pilihan itu belajarlah untuk legowo terhadap takdir terbaikmu agar kau dapat mengambil setiap inci kejadian, pelajaran, maupun pengalaman-pengalaman yang hadir dikehidupan dengan sebaik-baiknya.


Kamar senyap,


00.43

Komentar

  1. Kebanyakan orang lebih jaga imagenya daripada legowo, padahal kedua-duanya nggak ada hubungan apapun dengannya, aneh kan?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DIPAKSA NGEBLOG

(photo by hmps ekosy: dalam pelatihan blog) Dari judulnya sudah ketahuan ya apa yang melatarbelakangi saya untuk kembali kedunia per-blogger-an *apaan sih bahasanya :v Karena lama tak jumpa dan lama tak menyapa saya akan mengawalinya dengan basmalah terlebih dahulu kemudian salam dan diakhiri dengan hamdalah. Nahloh apaan ini??? Hehe.. anggap saja sebagai sambutan :D بـسم الله الرحمن الرحيم Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. Alhamdulillah puji syukur saya panjatkan kepada Allah atas segala karuniaNya sehingga saya masih diberi kehidupan dan kesempatan untuk dapat berbagi entah ilmu maupun pengalaman melalui tulisan-tulisan saya disini yang ala kadarnya, yang masih jauh dari kata baik apalagi sempurna.  Semoga apa-apa yang saya bagikan hanyalah berupa kebaikan dan kebaikan sehingga membawa manfaat untuk saya pribadi dan untuk siapa saja yang membacanya. Kemudian ketika ada kesalahan mohon untuk diingatkan. Shalawat serta salam tak lupa tercur...

Profil

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Nama saya Rizta Evindionita. Dilahirkan oleh seorang wanita cantik yang sangat saya cintai dan saya hormati. Saya lahir pada 27 April 1998 di Batang, Jawa Tengah. Dan hingga sekarang saya masih setia tinggal dikota ini dengan orang tua tercinta. Saya merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Saya punya seorang kakak perempuan bernama Risna Yuyun Mardika yang telah berkeluarga (kakak ipar saya Moh.Saefudin) dan sebentar lagi akan dikaruniai buah hati. Bagi yang ingin tau riwayat pendidikan saya. Saya pernah bersekolah di SD N Proyonanggan 7 Batang, SMP Negeri 1 Batang, SMA Negeri 1 Batang, dan Ekonomi Syariah IAIN Pekalongan (angkatan 2016) Di masa SMA saya pernah aktif di Menspit Smantang atau yang biasa dikenal dengan sebutan Rohis. Saya lebih banyak mendapatkan ilmu, pengalaman, dan teman disana dan saya bersyukur pernah berada dilingkungan itu. Sedangkan di kampus, saya ikut banyak kegiatan yang sangat m...

Hobby

My Hobby Pada postingan kali ini saya akan membahas mengenai hobi saya. Saya suka travelling, ya meskipun belum sampai ke seberang pulau apalagi ke luar negeri. Saya sangat menyukai aktivitas bepergian karena disitulah saya bisa menemukan banyak hal yang belum pernah saya temui. Dan dari kegiatan travelling itu pula kita dapat melihat tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang terhampar dimuka bumi secara nyata. Semoga Allah perkenankan diri ini melihat dan merasakan lebih banyak tanda-tanda kebesaran-Nya melalui travelling. Kemudian saya juga suka menulis, minimal menulis status fb, menulis caption di instagram, dan menulis pengalaman pribadi saya. Punya keinginan untuk menulis buku, semoga suatu saat nanti dapat terwujud. Karena saya suka menulis, tentulah saya juga akan suka membaca. Terutama membaca kejadian disekitar saya. Dimanapun saya berada. Kejadian-kejadian itu seakan memberi pelajaran yang membuat saya lebih bijak dan lebih dewasa dalam bersikap. ...