Aku dibiarkan berada didalam pusaran badai saat aku membutuhkan peneduh.
Peneduhku menghilang.
Katanya aku terlalu mempermasalahkan hal kecil dan mengabaikan hal yang lebih penting.
Bagai luka yg baru disiram air campuran garam yg perihnya luar biasa menembus segala luka.
Yang telah ku anggap sedemikian penting untuk menjadi tempat berteduhku ternyata tak mampu memahamiku. Membuatku merasa menjadi manusia buruk. Dengan hati yang kian porak poranda.
Yang telah kuanggap lebih paham denganku lebih dari diriku sendiri ternyata membuat luka dalamku semakin menganga.
Dengan susah payah aku belajar untuk bisa berdamai dengan diriku sendiri
Dengan luka dalam yang mati-matian berusaha untuk aku sembuhkan.
Dan dengan semudah itu mengatakan aku terlalu mempermasalahkan hal kecil dan mengabaikan hal yang lebih penting. Tidakkah kau terfikir sebelumnya bagaimana efek yang ditimbulkan oleh perkataan itu :'(
Aku pasrah
Pasrah jika setelah ini semuanya berakhir
Aku pasrah jika pusaran badai membawaku pada waktu dan tempat yang baru.
Aku pasrah jika memang luka ini tak dapat ku sembuhkan dari dalam diriku
Aku kembalikan segala kehidupanku pada Pemilik ku.
Sekian.
Komentar
Posting Komentar