Sungguh kini saya tak lagi memikirkan untuk bersenang-senang
seperti yang lain. Menghabiskan waktu untuk bermain-main. Merencanakan liburan
menjelang weekend atau hanya sekedar refreshing jalan-jalan “menyegarkan
fikiran” (katanya). Rasanya sekarang, itu tak ada lagi padaku. Dan saya rasa
itu tak kubutuhkan untuk sekarang.
Ada banyak sekali hal yang harus saya fikirkan, paling tidak untuk
beberapa bulan terakhir ini. Membuat saya harus berfikir keras. Membuat saya
harus banting setir (keluar dari zona nyaman). Membuat saya harus menahan rasa
sakit yang belum pernah kualami sebelumnya. Meski dengan susah payah dan entah
berapa banyak sudah butiran air mata yang keluar dari singgasananya.
Menyimpan semuanya dalam keterdiaman amatlah menyakitkan. Menutupi
hati yang sedang kacau luar biasa bukanlah hal yang mudah. Menyembunyikan
keadaan yang memaksa diri untuk tetap berdiri tegak menjadi berat luar biasa. Tak
sedikit keluhan yang keluar dan menyergap kekuatan diri. Tak jarang pula raga
ini ikut terbawa dalam suasana yang mencekam hingga harus ikut terkapar.
Selalu ada hikmah dalam setiap permasalahan yang hadir. Harus
pandai-pandai mengambil setiap inci makna dari segala sesuatu yang hadir
dikehidupan ini. Kekuatan yang hadir didalam diri tidak mungkin ada begitu
saja. Namun melalui proses. Proses yang tidak akan semudah yang kita fikirkan
atau sebaliknya. Semua tentu pada fasenya masing-masing.
Kemudian bisa jadi sekarang yang sedang ku alami adalah proses
untuk mendewasakan diri. Mungkin ujian-ujian ini akan memaksa saya untuk bisa
lebih cepat berfikir dan bersikap lebih dewasa dalam menghadapi permasalahan
hidup. Yang pasti semua akan ada hikmahnya.
“Selalu muncul pelangi yang menawan setelah derasnya hujan.” (kuanggap
ini perkataan dari pelangi yang indah).
Masalah-masalah ini akhirnya membuat saya harus bergerak lebih
cepat untuk menyelesaikan berbagai tugas dan permasalahan-permasalahan yang
lainnya. Ujian yang saya rasa begitu berat ini justru membuat saya lebih
terpacu untuk sesegera mungkin mencapai target-target saya. Ini adalah salah
satu pemaksaan luar biasa yang diberi oleh Allah untuk membuka mata, pikiran,
dan hati saya untuk melihat berbagai sisi kehidupan yang luar biasa.
Begitu banyak hal yang masih harus disyukuri didalam kehidupan ini.
Ada banyak hal yang terjadi yang kita tidak tau apa tujuannya sebelum kita
berhasil melalui itu.
“Cobaan membuat kita kuat. Kesedihan membuat kita tetap menjadi
manusia. Kegagalan membuat kita tetap rendah hati. Kesuksesan membuat kita
tetap berpijar. Namun, hanya Iman yang membuat kita akan tetap melangkah.”
(kusebut ia sebagai penyinar).
Semoga Iman ini terus terjaga dan semakin menguat untuk membuat
langkah-langkah ini lebih cepat untuk mencapai kemuliaan hidup. Membuat langkah
ini semakin ringan untuk menapaki jalanNya. Atas kekuatan-kekuatan yang Allah
berikan. Sebagai wujud cintaNya kepada hambaNya yang masih berlumur dosa.
Hingga menjadi penggugur dosa-dosa yang selama ini membelenggu jiwa. Semoga
hati ini masih terus tertaut padaNya. Hingga habis masa didunia.
“Hadiah apa yang akan Allah berikan atas ujian ini?”
“Hadiahnya Surprise”
“Ujian ini terasa begitu berat”
“Biar dibiasakan yang seperti ini. Nanti nggak kaget. Ini amunisi!”
Ada yang harus selalu diingat dan kau tanamkan dalam hati “Hidup
itu bukan tentang keinginan belaka, tapi tentang kebutuhan. Ada yang lebih Tau.
Ada yang lebih Berkuasa. Ada yang lebih Berkehendak. Ada yang lebih Hebat. Dan
ada yang Maha Pengasih. Yaitu Tuhanmu. Allah SWT.” (ucap salah seseorang yang
kuanggap sebagai peneduh).
Batang,
October 14th 2017
02.30 AM
Komentar
Posting Komentar