Pada sepetak waktu dan ruang yang sama aku berbicara pada senja yang berubah menjingga.
Dengan binar bahagia ia bercerita dengan riangnya.
"Alhamdulillah kemarin disuruh ngisi acara. Eh selesai acara dikasih amplop. Terus aku pakai buat beli buku sama kuota. Sisanya buat beli bensin."
Katanya dengan suka cita. Ah sesederhana itu bahagianya. Dengan proses yang kutau tak sederhana.
"Kamu tau? Allah itu nggak mungkin nggak ngasih rezeki ke hambanya. Allah pasti kasih sesuai dengan kebutuhan hambanya. Masing-masing orang udah ada porsinya sendiri. Cuman, kalau mau mendapatkan apa yang kita inginkan perjuangannya harus lebih ekstra. Karena kalau kebutuhan pasti akan dicukupi. Sedangkan apa yang diinginkan perlu usaha yang lebih untuk mendapatkannya. Sesuai dengan besarnya keinginan kita itu." Jelasnya mengenai kebutuhan dan keinginan.
Ah semua itu hanya akan menjadi sekedar teori jika tidak pernah dialami sendiri. Tapi kenyataannya memang demikian.
Mudahnya jika kita belum pernah mengalaminya bisa jadi kita tak menyadarinya selama ini. Atau jangan-jangan karena kurangnya rasa syukur yang ada didalam diri.
Sejuknya kalimat-kalimat yang diutarakannya terasa mengalir. Menenangkan. Hingga membuat waktu bergulir begitu cepat. Dari yang menjingga berubah menjadi purnama dengan gemintang disekelilingnya.
Dengan binar bahagia ia bercerita dengan riangnya.
"Alhamdulillah kemarin disuruh ngisi acara. Eh selesai acara dikasih amplop. Terus aku pakai buat beli buku sama kuota. Sisanya buat beli bensin."
Katanya dengan suka cita. Ah sesederhana itu bahagianya. Dengan proses yang kutau tak sederhana.
"Kamu tau? Allah itu nggak mungkin nggak ngasih rezeki ke hambanya. Allah pasti kasih sesuai dengan kebutuhan hambanya. Masing-masing orang udah ada porsinya sendiri. Cuman, kalau mau mendapatkan apa yang kita inginkan perjuangannya harus lebih ekstra. Karena kalau kebutuhan pasti akan dicukupi. Sedangkan apa yang diinginkan perlu usaha yang lebih untuk mendapatkannya. Sesuai dengan besarnya keinginan kita itu." Jelasnya mengenai kebutuhan dan keinginan.
Ah semua itu hanya akan menjadi sekedar teori jika tidak pernah dialami sendiri. Tapi kenyataannya memang demikian.
Mudahnya jika kita belum pernah mengalaminya bisa jadi kita tak menyadarinya selama ini. Atau jangan-jangan karena kurangnya rasa syukur yang ada didalam diri.
Sejuknya kalimat-kalimat yang diutarakannya terasa mengalir. Menenangkan. Hingga membuat waktu bergulir begitu cepat. Dari yang menjingga berubah menjadi purnama dengan gemintang disekelilingnya.
Komentar
Posting Komentar