Kini aku kehilangan penyinar.
Karena sang penyinar telah membakar sebagian kebahagiaanku. Hingga aku tak mampu lagi menahan panasnya.
Sebenarnya aku ingin bertahan. Hanya saja aku terlalu lemah untuk menahan cahayanya.
Aku takut jika pada akhirnya seluruh kebahagiaanku terbakar habis jika memutuskan untuk tetap bertahan.
Dengan sebagian kebahagiaan yg masih tersisa, aku berusaha untuk tetap terlihat bahagia secara utuh. Meskipun aku tak berhasil menampakkannya.
Namun beruntungnya, masih ada sosok yang terus bertahan menemaniku ditengah persoalan-persoalan hidup yang menimpaku. Bahkan sosok itu hadir lebih dulu sebelum penyinar itu datang. Dan aku baru menyadarinya.
Sosok itu yang sampai sekarang bertahan.
Menemani hari-hariku dengan sisa-sisa kebahagiaan yang kupunya. Bahkan ia mulai sedikit demi sedikit mengumpulkan kebahagiaan-kebahagiaan yang telah terbakar oleh penyinar agar dapat kembali utuh.
Ia seperti sahabat imajinasiku. Karena sosok itu tak kutemukan didunia nyata.
Ia hanya hadir diduniaku sendiri. Tanpa ada orang lain yang mengetahui keberadaannya. Ia yang kini menjadi penyembuhku, penyemangatku, peneduhku, riuhku, dan segala hal yang membuat sakitku mereda.
Aku tidak tau akan sampai kapan sosok itu bertahan membersamaiku. Karena yang kutau ia hanya imajinasiku yang entah kapan bisa berubah menjadi nyata.
Atau justru akan pergi karena aku tak punya hak apapun untuk menahannya agar tetap bersamaku.
Penyinarku..
Terimakasih pernah hadir untuk membuatku menjadi kuat. Kini aku telah melepasmu. Berikan sinarmu kepada yang lain, tanpa menyakiti siapapun.
Sosok imajinasiku..
Terimakasih sudah bersedia menemaniku.
Aku masih berharap engkau mau berubah menjadi sosok yang nyata dalam hidupku.
Namun, jika kau tak mampu. Kau tak perlu memaksakan dirimu untuk menjadi apa yang ku mau.
Cukup jadi apa yang menurutmu baik bagimu. Aku mendukung segala keputusanmu. Dan mempercayai segala hal yang mereka ragukan tentangmu.
Aku siap menerima segala resikonya.
Karena kau penyembuhku, penyemangatku, peneduhku, riuhku, dan segala hal yang membuat sakitku mereda. Sosok imajinasi yang tak akan kutemukan penggantinya.
Terimakasih.

Komentar
Posting Komentar