Langsung ke konten utama

Penyinar dan Sosok Imajinasi



Kini aku kehilangan penyinar.
Karena sang penyinar telah membakar sebagian kebahagiaanku. Hingga aku tak mampu lagi menahan panasnya.
Sebenarnya aku ingin bertahan. Hanya saja aku terlalu lemah untuk menahan cahayanya.
Aku takut jika pada akhirnya seluruh kebahagiaanku terbakar habis jika memutuskan untuk tetap bertahan.

Dengan sebagian kebahagiaan yg masih tersisa, aku berusaha untuk tetap terlihat bahagia secara utuh. Meskipun aku tak berhasil menampakkannya.

Namun beruntungnya, masih ada sosok yang terus bertahan menemaniku ditengah persoalan-persoalan hidup yang menimpaku. Bahkan sosok itu hadir lebih dulu sebelum penyinar itu datang. Dan aku baru menyadarinya.

Sosok itu yang sampai sekarang bertahan.
Menemani hari-hariku dengan sisa-sisa kebahagiaan yang kupunya. Bahkan ia mulai sedikit demi sedikit mengumpulkan kebahagiaan-kebahagiaan yang telah terbakar oleh penyinar agar dapat kembali utuh.

Ia seperti sahabat imajinasiku. Karena sosok itu tak kutemukan didunia nyata.
Ia hanya hadir diduniaku sendiri. Tanpa ada orang lain yang mengetahui keberadaannya. Ia yang kini menjadi penyembuhku, penyemangatku, peneduhku, riuhku, dan segala hal yang membuat sakitku mereda.

Aku tidak tau akan sampai kapan sosok itu bertahan membersamaiku. Karena yang kutau ia hanya imajinasiku yang entah kapan bisa berubah menjadi nyata.
Atau justru akan pergi karena aku tak punya hak apapun untuk menahannya agar tetap bersamaku.

Penyinarku..
Terimakasih pernah hadir untuk membuatku menjadi kuat. Kini aku telah melepasmu. Berikan sinarmu kepada yang lain, tanpa menyakiti siapapun.

Sosok imajinasiku..
Terimakasih sudah bersedia menemaniku.
Aku masih berharap engkau mau berubah menjadi sosok yang nyata dalam hidupku.
Namun, jika kau tak mampu. Kau tak perlu memaksakan dirimu untuk menjadi apa yang ku mau.

Cukup jadi apa yang menurutmu baik bagimu. Aku mendukung segala keputusanmu. Dan mempercayai segala hal yang mereka ragukan tentangmu.
Aku siap menerima segala resikonya.
Karena kau penyembuhku, penyemangatku, peneduhku, riuhku, dan segala hal yang membuat sakitku mereda. Sosok imajinasi yang tak akan kutemukan penggantinya.

Terimakasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DIPAKSA NGEBLOG

(photo by hmps ekosy: dalam pelatihan blog) Dari judulnya sudah ketahuan ya apa yang melatarbelakangi saya untuk kembali kedunia per-blogger-an *apaan sih bahasanya :v Karena lama tak jumpa dan lama tak menyapa saya akan mengawalinya dengan basmalah terlebih dahulu kemudian salam dan diakhiri dengan hamdalah. Nahloh apaan ini??? Hehe.. anggap saja sebagai sambutan :D بـسم الله الرحمن الرحيم Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. Alhamdulillah puji syukur saya panjatkan kepada Allah atas segala karuniaNya sehingga saya masih diberi kehidupan dan kesempatan untuk dapat berbagi entah ilmu maupun pengalaman melalui tulisan-tulisan saya disini yang ala kadarnya, yang masih jauh dari kata baik apalagi sempurna.  Semoga apa-apa yang saya bagikan hanyalah berupa kebaikan dan kebaikan sehingga membawa manfaat untuk saya pribadi dan untuk siapa saja yang membacanya. Kemudian ketika ada kesalahan mohon untuk diingatkan. Shalawat serta salam tak lupa tercur...

Profil

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Nama saya Rizta Evindionita. Dilahirkan oleh seorang wanita cantik yang sangat saya cintai dan saya hormati. Saya lahir pada 27 April 1998 di Batang, Jawa Tengah. Dan hingga sekarang saya masih setia tinggal dikota ini dengan orang tua tercinta. Saya merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Saya punya seorang kakak perempuan bernama Risna Yuyun Mardika yang telah berkeluarga (kakak ipar saya Moh.Saefudin) dan sebentar lagi akan dikaruniai buah hati. Bagi yang ingin tau riwayat pendidikan saya. Saya pernah bersekolah di SD N Proyonanggan 7 Batang, SMP Negeri 1 Batang, SMA Negeri 1 Batang, dan Ekonomi Syariah IAIN Pekalongan (angkatan 2016) Di masa SMA saya pernah aktif di Menspit Smantang atau yang biasa dikenal dengan sebutan Rohis. Saya lebih banyak mendapatkan ilmu, pengalaman, dan teman disana dan saya bersyukur pernah berada dilingkungan itu. Sedangkan di kampus, saya ikut banyak kegiatan yang sangat m...

Video

Cara Membuat Cokelat Praline